LPPM UIMSYA Rilis Laporan Capaian SINTA Score 2025 sebagai Dasar Penguatan Riset dan Publikasi

 


Banyuwangi, 1 Januari 2026 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) secara resmi merilis Laporan Evaluasi Capaian SINTA Score Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis data. Laporan ini disusun untuk memotret secara komprehensif kinerja dosen UIMSYA dalam ekosistem Science and Technology Index (SINTA) sekaligus menjadi landasan perumusan kebijakan pengembangan akademik institusi ke depan.

Dalam laporan tersebut, SINTA Score institusi UIMSYA tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sepanjang tahun. Pada awal tahun, SINTA Score tercatat sebesar 1.010 pada Januari, meningkat menjadi 1.815 pada Februari, lalu melonjak tajam pada Maret (6.718) dan April (7.812). Skor kemudian mencapai 8.320 pada Mei dan relatif stagnan hingga Agustus, yang disebabkan oleh gangguan sistem dan server SINTA nasional sehingga pembaruan data tidak dapat terambil secara berkala. Setelah sistem kembali normal, SINTA Score kembali meningkat pada September (8.837), Oktober (10.347), November (10.803), dan mencapai capaian tertinggi pada Desember 2025 sebesar 13.181.

Sejalan dengan peningkatan skor institusi, peringkat nasional SINTA UIMSYA juga menunjukkan perbaikan yang konsisten. Pada Januari 2025, UIMSYA berada di peringkat 2.165 nasional, kemudian membaik pada Februari (1.896), dan mengalami lonjakan signifikan pada Maret (1.335). Peringkat relatif stabil pada April hingga Agustus di kisaran 967–982, kembali dipengaruhi oleh proses perbaikan sistem. Pada triwulan akhir tahun, peringkat nasional UIMSYA terus membaik hingga mencapai peringkat 605 nasional pada Desember 2025, yang menunjukkan peningkatan daya saing institusi secara gradual dan berkelanjutan.

Dari sisi luaran publikasi dan tridarma dosen, laporan mencatat capaian yang beragam. Publikasi Scopus masih tergolong terbatas, yakni 1 artikel pada 2023, meningkat menjadi 2 artikel pada 2024, dan 2 artikel pada 2025, dengan tambahan artikel yang masih dalam proses pencatatan sistem. Publikasi Garuda menunjukkan capaian 166 artikel (2023), meningkat menjadi 217 artikel (2024), namun menurun menjadi 111 artikel pada 2025. Pola serupa juga terlihat pada Google Scholar, dengan 308 publikasi (2023), 351 publikasi (2024), dan 205 publikasi pada 2025.

Pada luaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), UIMSYA mencatat 11 HKI pada 2023, meningkat menjadi 18 HKI pada 2024, namun menurun menjadi 9 HKI pada 2025. Sebaliknya, luaran buku dosen menunjukkan tren positif, dari 7 judul pada 2023 dan 2024, meningkat signifikan menjadi 15 judul buku pada 2025, yang mencerminkan tumbuhnya produktivitas penulisan buku akademik dan referensi. Sementara itu, jumlah penelitian dosen menurun dari 28 penelitian (2023) dan 37 penelitian (2024) menjadi 9 penelitian pada 2025, demikian pula laporan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang turun dari 43 laporan (2024) menjadi 12 laporan pada 2025.

Laporan evaluasi juga memotret distribusi SINTA Score dosen UIMSYA tahun 2025, yang menunjukkan bahwa 47,92% atau 46 dosen masih berada pada kategori Pra-Produktif, 33,33% atau 32 dosen berada pada kategori Produktif Dasar, 17,71% atau 17 dosen telah mencapai kategori Produktif Mapan, dan 1,04% atau 1 dosen berada pada kategori Produktif Unggul sebagai champion institusi. Komposisi ini menunjukkan bahwa meskipun basis produktivitas dasar telah terbentuk, kesenjangan capaian antar dosen masih cukup tinggi dan memerlukan intervensi kebijakan yang lebih terarah.  Selain itu, laporan ini juga menampilkan sepuluh dosen dengan capaian SINTA Score tertinggi di UIMSYA tahun 2025 sebagai representasi penggerak utama produktivitas akademik institusi.

Top 10 Dosen Peraih SINTA Score Tertinggi UIMSYA Tahun 2025:

  1. Siti Aimah – 350
  2. Zainul Mun’im – 233
  3. Siti Nur Afifatul Hikmah – 222
  4. Lely Ana Ferawati Eka Ningsih – 221
  5. Nawal Ika Susanti – 200
  6. Moh. Harun Al Rosid – 193
  7. Muhammad Imam Khaudli – 189
  8. Ahmad Ainun Najib – 154
  9. Ali Manshur – 152
  10. Muhammad Bisri Ihwan – 148

Berdasarkan keseluruhan data tersebut, LPPM UIMSYA menegaskan bahwa UIMSYA saat ini berada pada kategori Kampus Fase Awal, dengan proyeksi realistis bertahan hingga tahun 2028, sebelum bertransisi menuju Kampus Berkembang. Fokus pengembangan pada periode ini diarahkan pada peningkatan dan pemerataan kinerja publikasi dosen, penguatan sistem penelitian, pendampingan berjenjang, serta integrasi skema hibah dan insentif berbasis luaran kinerja SINTA.

Ketua LPPM UIMSYA menyampaikan bahwa laporan ini tidak dimaksudkan sebagai evaluasi administratif semata, tetapi sebagai instrumen strategis untuk membangun budaya riset yang lebih kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Ke depan, LPPM UIMSYA akan mendorong peran dosen Produktif Mapan dan Unggul sebagai mentor dan penggerak kolaborasi, memperluas jejaring nasional dan internasional, serta memanfaatkan data SINTA sebagai dasar penetapan target dan monitoring kinerja akademik secara terukur.

Laporan resmi terkait capaian sinta score UIMSYA tahun 2025 dapat dilihat di sini. 

Dengan dirilisnya laporan ini, LPPM UIMSYA menegaskan komitmennya untuk menjadikan data sebagai pijakan kebijakan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset, publikasi, dan pengabdian yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

 

Posting Komentar

© LPPM UIMSYA. All rights reserved. Developed by Jago Desain